BAB I. SISTEM EKONOMI INDONESIA
1.1 Pengertian Sistem
Sistem merupakan kesatuan yang terdiri dari komponen yang dihubungkan bersama
untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu
tujuan.
1.2 Sistem Ekonomi dan Sistem
Politik
Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara
yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam
perekonomian. Suatu sistem dapat diibaratkan seperti lingkaran-lingkaran kecil
yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Lingkaran-lingkaran kecil
tersebut merupakan suatu subsistem. Subsistem tersebut saling berinteraksi dan
akhirnya membentuk suatu kesatuan sistem dalam lingkaran besar yang bergerak
sesuai aturan yang ada. Berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh semua
negara di dunia, hanya dapat diselesaikan berdasarkan sistem ekonomi yang
dianut oleh masing–masing negara. Perbedaan penerapan sistem ekonomi dapat
terjadi karena perbedaan sistem pemerintahan maupun perbedaan pemilikan sumber
daya suatu negara.
Sistem politik Pada
masa reformasi penyaluran tuntutan tinggi dan terpenuhi. Pemeliharaan nilai
penghormatan HAM tinggi. Kapabilitas sistem disesuaikan dengan otonomi daerah,
Integrasi vertikal dua arah, sedangkan integrasi horizontal muncul kebebasan.
Gaya politik pragmatis. Kepemimpinan sipil-purna wirawan-politisi.
Sedangkan untuk keterlibatan militer dibatasi dan justru partisipasi
massa tinggi. Stabilitas instabil. Semua aparat negara pada masa ini sangat
loyal kepada pemerintah.
Indonesia
pada rezim Orde Lama, Indonesia masih dalam masa labil dimana pada waktu itu
kemerdekaan baru diikrarkan, jadi
stabilitas ekonomi masih tidak efektif. Pada masa Orde Baru dipimpin oleh rezim
Soeharto yang sistem perekonomiannya
menerapkan sistem kapitalis. Dan kemudian pemerintahan masa transisi sampai
saat ini mengadopsi dualisme sistem di atas yang merupakan sintesis antagonis
kapitalisme versus sosialisme, namun terbukti sampai sekarang perekonomian
indonesia masih jauh dari harapan.
1.3
Kapitalisme dan Sosialisme
Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan
kebebasan yang cukup besar kepada
setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan
pemerintah. Jadi pemerintah bertanggung jawab besar di sosialisme.
Prinsip Dasar Ekonomi Sosialisme
- Pemilikan harta oleh negara
- Kesamaan ekonomi
- Disiplin Politik
Ciri-ciri Ekonomi Sosialisme:
- Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
- Peran pemerintah sangat kuat
- Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
Kapitalisme adalah sistem
perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk
melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang,
menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut
ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan
perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam
ekonomi.
Dalam perekonomian kapitalisme
setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua
orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua
orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan
berbagai cara.
Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalisme
:
- Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
- Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
- Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang
selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri
Dan ada
beberapa konsep perbedaan antara
kapitalisme dan sosialisme yaitu:
Konsep dari ekonomi kapitalisme sumber kekayaan itu sangat langka dan harus
di peroleh dengan cara bekerja keras di mana setiap perorangan boleh memiliki
kekayaan yang tiada batas, untuk mencapai tujuan hidupnya. Dalam sistim ekonomi
kapitalisme perusahaan di miliki oleh perorangan. Terjadi nya pasar
(market) dan terjadinya demand and supply
adalah ciri khas dari ekonomi kapitalisme. Keputusan yang diambil atas isu yang
terjadi seputar masalah ekonomi sumbernya adalah dari kalangan kelas bawah yang
membawa masalah tersebut ke level yang lebih atas.
Dan konsep ekonomi sosialisme, sumber kekayaan itu sangat langka dan harus
di peroleh lewat pemberdayaan tenaga kerja (buruh), di semua bidang,
pertambangan, pertanian, dan lainnya. Dalam sistem Sosialisme, semua Bidang usaha
dimiliki dan diproduksi oleh Negara. Tidak terciptanya market (pasar) dan
tidak terjadinya supply dan demand, karena Negara yang menyediakan semua
kebutuhan rakyatnya secara merata. Perumusan masalah dan keputusan di
tangani langsung oleh pemerintah
1.4 Persaingan Terkendali
Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu
dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas. Sistem ekonomi Indonesia
(sistem persaingan terkendali). Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia
mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi
yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD
45.
Pengakuan terhadap penerimaan
imbalan oleh individu atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari
keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan. Pengelolaan
ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam
perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu
meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.
1.5 Kadar Kapitalisme dan Sosialisme
Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat
dilihat dari sudut berikut ini:
(a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam
perekonomian.
Ada beberapa rumus untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah yaitu:
Y = C + I + G + (X-M Rumus ini memiliki fungsi :
C
: pengeluaran konsumsi
masyarakat
I
: pengeluaran
investasi
G
: pengeluaran konsumsi pemerintah
X& M : melambangkan export dan impor