Minggu, 07 Januari 2018

Tugas 1






Pendahuluan Etika sebagai Tinjauan

Pengertian Etika

Etika (Yunani Kuno: “ethikos“, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Prinsip-Prinsip Etika
Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi sebagai perwujudan tanggungjawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja, dan masyarakat umum. Dalam upaya memasarkan dan mempromosikan diri dan pekerjaan, akuntan professional sangat tidak dianjurkan mencemarkan nama baik profesi. Akuntan wajib mempunyai sikap jujur dan dapat dipercaya.
Tanggung Jawab Profesi

Seorang akuntan dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional, harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional terhadap semua kegiatan yang dilaksanakannya. Anggota memiliki tanggung jawab kepada pemakai jasa mereka dan tanggung jawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota demi mengembangkan profesi akuntansi serta memelihara kepercayaan masyarakat. Semua usaha tersebut diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.
Standar Teknis

Setiap kegiatan harus mengikuti standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan berkewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa, selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan objektivitas. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.
Kepentingan Publik

Anggota akuntan profesional berkewajiban untuk bertindak dalam rangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik serta menunjukkan sikap profesionalisme. Salah satu ciri dari profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan juga memegang peranan penting di masyarakat. Arti publik dari profesi akuntan meliputi klien, pemerintah, pemberi kredit, pegawai. Investor, dunia bisnis dan pihak-pihak yang bergantung kepada integritas dan objektivitas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis dengan tertib.
Integritas

Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.
Kerahasiaan

Prinsip kerahasiaan mengharuskan setiap akuntan untuk tidak melakukan hal berikut ini.
a. mengungkapkan informasi rahasia yang diperolehnya dari hubungan profesional dan hubungan bisnis pada pihak di luar kantor akuntan atau organisasi tempat akuntan bekerja tanpa diberikan kewenangan yang memadai dan spesifik, terkecuali jika mempunyai hak dan kewajiban secara hukum atau profesional untuk mengungkapkan kerahasiaan tersebut.
b. Menggunakan informasi rahasia untuk keuntungan pribadi atau pihak ketiga. Informasi yang diperoleh baik melalui hubungan profesional maupun hubungan bisnis.

Objektivitas

Setiap anggota harus menjaga objektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Objektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip objektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka, serta bebas dari benturan kepentingan atau di bawah pengaruh pihak lain.
Kompetensi & Kehati-hatian Profesional
Prinsip kompetensi dan kehati-hatian professional mengharuskan setiap anggota akuntan untuk:
a. Memelihara pengetahuan dan keahlian profesional yang dibutuhkan untuk menjamin pemberi kerja (klien menerima layanan yang profesional dan kompeten.
b. Bertindak tekun dan cermat sesuai teknis dan profssional yang berlaku ketika memberikan jasa profesional.

Etika profesi akuntansi sangat perlu diperhatikan oleh setiap akuntan untuk menghindari  hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan memahami etika profesi dengan baik, maka akuntan seharusnya dapat bekerja dengan maksimal, salah satunya dengan membuat laporan keuangan yang terperinci.

 Basis Teori Etika
Menurut Sukrisno (2009) ada banyak teori etika yang berkembang, sehingga harus dibuat pembedaannya secara garis besar. Sukrisno membedakan teori etika sebagai berikut:
1.    Teori Egoisme
2.    Teori Utilitarianisme
3.    Teori Dentologi (Teori Kewajiban)
4.    Teori Hak
5.    Teori Keutamaan
6.    Teori etika teonom

Egoism


 d.      Egoism
Teori egoism ini menjelaskan bahwa tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri (self –interest). Hal ini bertentangan dengan teori altruism, yaitu tindakan yang peduli pada orang lain atau lebih mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan diri sendiri.
e.       Utilitariatisme
Teori ini memandang bahwa suatu tindakan dikatakan baik jika memberi manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat. Jadi ukuran baik buruknya tindakan dilihat dari akibat, konsekuensi, dan tujuan dari tindakan tersebut, apakah memberikan manfaat atau tidak.
f.       Deontologi
Dipelopori oleh Emmanuel Kant (1724 – 1804),kewajiban moral harus dilaksanakan demi kewajiban itu sendiri, bukan karena ingin memperoleh tujuan kebahagiaan, bukan juga karena perintah agama. Moralitas adalah otonom dan harus berpusat pada pengertian manusia berdasarkan akal sehat yang dimiliki manusia itu sendiri.
g.      Virtue Etics


Maksud dari teori keutamaan ini dalah setiap manusia harus tahu dan dapat memposisikan perilakunya atau wataknya ehingga individu tersebut dapat berperilaku atau bertingkah laku dengan baik secara moral.  

Kesimpulan : di lihat dari artikel tersebut, bahwasanya etika sangat penting dalam akuntansi karena untuk mengetahui baik dan buruknya terhadapa perbuatan kinerja manusia dalam melakukan kegiatan akuntansi. 

https://shuumalik.wordpress.com/2013/01/28/pengertian-etika-profesi-akuntansi/

Jumat, 21 April 2017

CONVERSATION

Nama: Gea Meilinda Dwi Putri (24214473)
              Putri Indah Cahyani
              Regitha zavira





CONVERSATION SIMPLE PAST TENSE

Regitha : What did you do last night?
Putri :  I did my homework.
Regitha : It was difficult. I did not do my homework.
Putri      : My Sister helped me to do it.
Regitha : By the way, did you watch Baby boss movie two days ago?
Putri      : No, i did not. I played basketball with my cousin in the field.
Regitha : oh... unconditionally the movies is very funnies.
Putri      : Oh my god! I’m very dissapointed did not watch the movie
Regitha : You can watched the movie with streaming on the internet
Putri : Thanks for your information Git !
Regitha : Oke ur welcome, i will go now bye 
Putri : Oke, see you later. 



CONVERSATION PRESENT TENSE
Gea : Good Morning guys !
Regitha, Putri : Good Morning too Gea 
Putri : Guys, Do you want to accompany go to the canteen?
Regitha : Yes, I’m so hungry. 
Gea :  I want to eat Chicken noodle, what do you wanna eat Putri?
Putri : I’ll buy meatball and orange juice
Regitha : Ok, let’s go to the canteen.
Putri : So guys, What we will do today?
Gea : I want go to the Casablanca Mall. 
Regitha : I agree, I want to window shopping.
Putri : Yes, me too. I want to buy some clothes.
Gea : Yes, After that, do you want to play time zone guys?
Putri : Aha... Good idea!
Regitha : oke, let’s order the grab car!.

Kamis, 23 Maret 2017

“Simple Past Tense And Present Perfect Tense”

Pengertian  Simple Past Tense
Simple Past Tense adalah tense yang berfungsi untuk menunjukkan pekerjaan yang terjadi pada masa lampau tanpa ingin menekankan bahwa pekerjaann tersebut telah ( Perfect) atau sedang ( Continous ) dikerjakan. Pemahaman tense ini hampir sama dengan Simple Present Tense, hanya waktunya saja yang berbeda.

Rumus dan Bentuk  Simple Past Tense
1.  (+) Positif  :
                   - Subject + was/were+complemet
                    - Subject + Verb II +Object
            Contoh    :  - I saw a movie yesterday
                              -Last year,Daniel was here
                               -She killed a snake yesterday
     2.     (-) Negatif  :
                        - Subject + to be (was/were) + not + complement
                        - Subject + did not + Verb I + Object
            Contoh      : -I did not see him yesterday
                                -She was not here yesterday
                               -We didn’t have any money

3 (?) Interrogative :
                        Did + Subject + Verb I + Object + ?
            Contoh   : -     Did you play football yesterday ?
-          Did you have a bicycle when you were young ?
-          Did he come to your party last week ?
-           
SIMPLE PAST TENSE OF TO BE ,TO HAVE,TO DO

Subject
Verb



Be
Have
Do
I
Was
Had
Did
You
Were
Had
Did
He/She/it
Was
Had
Did
We
Were
Had
Did
You
Were
Had
Did
They
Were
Had
Did

Simpel Past Tense menggunakan keterangan waktu yang menunjukkan masa lampau, seperti yesterday ( Kemarin ), last week ( Minggu lalu ), last night ( Kemarin Malam ), One Year Ago ( Setahun yang lalu ), The day before ( Sehari Sebelum ), dan Once Upon a time ( Pada Suatu Waktu )

Fungsi  Simple Past Tense
1.      Simple past tense untuk membicarakan aksi yang terjadi pada satu waktu tertentu di masa lalu
2.      Simple past tense untuk membicarakan kebiasaan yang sering dilakukan pada masa lampau. Subordinate conjunction “when” biasanya digunakan pada situasi ini.
3.      Untuk menunjukkan dua kejadian di masa lalu, salah satu aksi berdurasi pendek (simple past tense) yang terjadi ketika suatu aksi lain yang berdurasi panjang (past continuous tense) sedang berlangsung.
4.      Untuk menunjukkan dua kejadian di masa lalu, slah satu aksi berdurasi pendek (simple past tense) yang terjadi ketika suatu aksi lain yang berdurasi panjang (past continuous tense) sedang berlangsung.
5.       Simple past tense digunakan pada salah satu clausa dalam conditional sentence type 2
6.      Untuk menunjukkan bahwa suatu aksi (simple past tense) terjadi sesudah aksi yang lain selesai di masa lalu (past perfect tense).

Pengertian Present Perfect Tense
Present Perfect Tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan suatu aksi atau situasi yang telah dimulai di masa lalu dan masih berlanjut sampai sekarang atau telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lalu namun efeknya masih berlanjut.

Rumus Present Perfect Tense
Sentences
Form
Example
Positive
(+)
S + aux.verb(Have/Has)+V-3/past participle
I have read the book
He has left
Negative
(-)
S + aux. verb(have/has) + not + V-3/past participle
I have not read the book
He hasn’t left
Interogative
(?)
aux. verb(have/has) + S + V-3/past participle
Have I read the book
Has he left

Contoh  Present Perfect Tense
Positive sentence
- We have written a letter to you.
- She has taught this class for ten years.

Negative Sentence
- We have not (haven't) written a letter to you.
- She has not (hasn't) taught this class for ten years.
Interogative sentence
- Have we  written a letter to you?
- Has she taught this class for ten years?
Fungsi  Present Perfect Tense
Ø  Present Perfect Tense untuk mengungkapkan kejadian di masa lalu tanpa peduli kapan tepatnya terjadi, Contohnya : I’ve read this book
Ø  Present Perfect Tense untuk menunjukan bahwa suatu aksi terjadi berulang kali dimasa lampau, Contohnya : She has called you four times
Ø  Present Perfect Tense untuk mengungkapkan aktivitas atau situasi yang dimulai pada masa lampau kemudian dilanjutkan samapi sekarang, Contohnys : I have lived in Citayam for Five Months.
Ø  Present Perfect Tense untuk membicarakan event yang baru saja terjadi, Contohnya : I’ve just sent you an email.
Sumber :
https://www.wordsmile.com/pengertian-rumus-contoh-kalimat-present-perfect-tense

TUGAS BAHASA INGGRIS 2
Nama Kelompok : Gea Meilinda Dwi Putri   ( 24214473 )
                           Putri Indah Cahyani        ( 28214602 )

                           Regitha Zavira               ( 29214007 )

Kamis, 29 Desember 2016

cv 2

www.studentsite.gunadarma.ac.id

Surat Lamaran

Bogor 16320

Phone : 087782416300

December, 29th, 2016
Attention To:
Personel Manager
PT.MAYBANK
Jl. Asia Afrika No.8
Jakarta Pusat

Dear Sir,

I wish to aply for the position of accounting staff that was advertised on Tempo. I am a fresh graduate from University of Gunadarma, Faculty of Economic , majoring in Accountancy.
I see myself as a disciplined person, a hard worker, and I have a good time management. I believe I can do my best and give positive contribution to your company. I interact productively with people from diverse backgrounds and I can work well, both individually and within a team. I also have an ability to communicate and work well with people on all levels. I can also communicate in English quite well (speaking and writing).
I would appreciate the opportunity to meet you, to discuss my qualification and the possibility of joining your company. My Curriculum Vitae is enclosed along this letter and you may review it for further information. I am looking forward for a possible interview with you, to discuss more about my capabilities.
Thank you very much for your attention.

Sincerely yours,

    [Gea Meilinda Dwi Putri]


Minggu, 27 Maret 2016

Kasus Wisma Atlet





Negara Rugi Rp 25,8 Miliar, KPK Tetapkan Dirut PT DGI Sebagai Tersangka
         
           TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Direktur Utama PT Duta Graha Indah Dudung Purwadi sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pembangunan wisma atlet dan Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2010-2011.
        "Penyidik KPK telah menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan DP sebagai tersangka," ujar Pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Jakarta, Senin (21/12/2015).
         Menurut Yuyuk, Dudung ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait pelaksanaan kegiatan pembangunan Wisma Atlet di Jakabaring Palembang dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Selatan Tahun 2010 - 2011.
         "Sehingga mengakibatkan kerugian negara sekitar 25,8 miliar rupiah," ungkap Yuyuk.
          Atas perbuatannya, Dudung disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.




Tanggapan saya tentang korupsi wisma atlet:
          
         Mengenai pembangunan wisma atlit yang berada di Pelembang  dalam rangka acara  SEA GAMES dan PARA GAMES 2011 memang menjadi perbincangan hangat pada tahun lalu dan hingga sekarang kasusnya masih bergulir. Apakah benar ada suap atau korupsi dalam pelaksanaan proyek tersebut? Karena hingga sampai saat ini, belum terlihat siapa dalang dari semua ini dan apakah ada yang memotori kasus ini hingga akhirnya menjadikan celah untuk pejabat melakukan tindak suap dan korupsi.
           Menurut,yang saya baca dari kasus ini, dalam kasus Wisma Atlet banyak sekali tersangka yang terkait, seperti Nazaruddin,Angelina serta Dudung Purwadi. Negara mengalami kerugian hingga triliunan rupiah akibat oknum oknum yang rakus dengan harta dan tidak memikirkan rakyat rakyatnya.
            Dan setelah penangkapan Dudung purwadi selaku direktur PT Duta Graha Indah, Dudung ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait pelaksanaan kegiatan pembangunan Wisma Atlet di Jakabaring Palembang dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Selatan Tahun 2010 - 2011.Sehingga mengakibatkan kerugian negara sekitar 25,8 miliar rupiah. Mengejutkan Bukan? Aksi pak dudung ini L .
            Dalam kasus ini sebaiknya ada tim pengawas baik itu dari DPR atau bidang lainnya mengenai suatu proyek yang dibiayai dari APBN agar bisa semaksimal mungkin dalam kinerjanya dan tidak ada celah untuk oknum-oknum memanfaatkan tiap-tiap proyek sebagai lahannya untuk korupsi. Serta diadakan audit setiap ada pelaksanaan suatu proyek sehingga dapat terlihat apakah proyek yang dijalankan rasional atau tidak dalam anggaran standar dan anggraran sesungguhnya. Dan seharusnya komisi DPR juga mengambil tegas dengan kasus ini, jangan malah menyalahkan satu sama lainnya.
            Supaya tindak pidana korupsi di negeri ini dapat diminimalisir dan lambat laun bisa hilang karena korupsi sangat merugikan negara dan rakyat. Jangan sampai tindak pidana korupsi dibiarkan begitu saja dan tidak memberikan efek jera kepada pelakunya sehingga korupsi semakin menjamur dan mejadi budaya. Semoga Para korupsi kapok ya, dan supaya Hukum yang ada di Indonesia juga adil.


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2015/12/21/negara-rugi-rp-258-miliar-kpk-tetapkan-dirut-pt-dgi-sebagai-tersangka